Jumat, 10 Juni 2016

sejarah persija jakarta

PERSIJA JAKARTA
        Persija (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Jakarta
Persija didirikan pada 28 November 1928, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ).
VIJ merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan PSSI dengan keikutsertaan wakil VIJ, Mr. Soekardi dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta, Sabtu 19 April 1930.
        Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra).
Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta).
Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada.
Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada.

Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar.
Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung).
Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO.
Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija.
Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija.
Berikut adalah profil Persija dan Skuat 2016




   Bursa Transfer Persija Jakarta 2016
     Masuk : Rio Ramadika, Fandi Ahmad, Egi Meigiansyah, William Pacheco, Rafael Lima, dan Patrick Da Silva
     Keluar : Raphael Maitimo, Pacho Kenmoge, Vava Mario Yagalo, Dirga Lasut, Syahroni, Rafid Lestaluhu, M. Ilham
   Skuad Sementara Persija Jakarta 2016
     1. Ismed Sofyan
2. Andritany Ardhiyasa
3. Ramdani Lestaluhu
4. Amarzukih
5. Maman Abdurrahman
6. Gunawan Dwi Cahyo
7. Novri Setiawan
8. Fimransyah
9. Rudi Setiawan
10. Reky Rahayu
11. Rizky Darmawan
12. Andik Rendika Rama
13. Ade Jantra
14. Fandi Ahmad
15. Aldi Al Achya
16. Tanjung Sugiarto
17. Reza Aldi
18. Rio Ramadika
19. Rizal Umainailo
20. Bambang Pamungkas
21. William Pacheco,
22. Rafael Lima,
23. Ismed Sofyan
24. Egi Meigiansyah
25. Patrick Da Silva
     Seleksi (7/4) Patrick Da Silva, Rafael Dos Santos Lima, William (bek asal Brasil) yang sudah datang Jumat, Ransford Addo (bek asal Belgia), Hasyim (gelandang bertahan asal Yordania), dan Pier Boya (striker asal Kamerun).

        Persija Fans Club ialah kelompok kecil supporter Persija jakarta sebelum the jakmania berdiri,terdiri dari pemuda-pemudi betawi yang mendukung dan peduli dengan persija pada massa di era-perserikatan.
        Jakmania atau nama lengkapnya The Jakmania merupakan kelompok suporter dari kesebelasan sepakbola Persija Jakarta. Jakmania sudah berdiri sejak Ligina IV tepatnya pada tanggal 19 Desember 1997.  Ide berdirinya The Jakmania, pertama kali dicetus oleh manajer Persija waktu itu adalah Diza Rasyid Ali. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Sutiyoso sendri menjabat sebagai pembina Persija Jakarta. Ia sangat menyukai sepak bola, kecintaannya pada sepakbola inilah, membuat ia ingin membangkitkan dan menghidupkan kembali sepakbola di Jakarta baik tim maupun pendukung atau supporter.Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan berkumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan. Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut.
        The Jakmania juga mempunyai beberapa komunitas dibawahnya. Seperti GARIS KERAS, ULTRAS PERSIJA,Tiger Boys, Orange Street Boys, Persija Fans Club,Jak Utara,Jak Kampus,Jak Angel, Jak Scooter, Jakventure,Jak Online,Jak On Air,Jak School,Jak Hooligan ,The Jakmania tidak hanya berada di daerah Jakarta saja. Tetapi di luar Jakarta seperti Jak Semarang,Jak Jogjakarta,Jak Karawang, Jak Depok,Jak Bogor,Jak Solo, Jak Bandung ,Jak Surabaya,jak tangerang dan beberapa daerah indonesia lainnya bahkan luar negeri.

¢ Nasional[

Ø  Perserikatan
     Tahun 1931, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (1)
     Tahun 1933, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (2)
     Tahun 1934, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (3)
     Tahun 1938, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (4)
     Tahun 1954, Juara Perserikatan (5)
     Tahun 1964, Juara Perserikatan (6)
     Tahun 1973, Juara Perserikatan (7)
     Tahun 1975, Juara Perserikatan, Bersama PSMS Medan (8)
     Tahun 1979, Juara Perserikatan (9)
     Tahun 1990, Peringkat Ke-10 Perserikatan

Liga Indonesia
Tahun 1995, Peringkat Ke-13 Divisi Utama Wilayah Barat
Tahun 1996, Peringkat Ke-14 Divisi Utama Wilayah Barat
Tahun 1997, Peringkat 10 Divisi Barat
Tahun 1998, Kompetisi Tidak Selesai
Tahun 1999, Semifinalis
Tahun 2000, Semifinalis
Tahun 2001, Juara Liga Indonesia
Tahun 2002, 8 Besar Liga Bank Mandiri
Tahun 2003, Peringkat 8 Liga Bank Mandiri
Tahun 2004, Peringkat 3 Liga Bank Mandiri
Tahun 2005, Runner-Up Liga Indonesia
Tahun 2006, 8 Besar Liga Indonesia
Tahun 2007, Semifinalis Liga Indonesia

Ø  Liga Super Indonesia.
Musim 2008 - 2009, Peringkat 7 Liga Super Indonesia
Musim 2009 - 2010, Peringkat 5 Liga Super Indonesia
Musim 2010 - 2011, Peringkat 3 Liga Super Indonesia
Musim 2011 - 2012, Peringkat 5 Liga Super Indonesia
Musim 2012 - 2013, Peringkat 11 Liga Super Indonesia
Musim 2013 - 2014, Peringkat 5 Liga Super Indonesia
Musim 2014 - 2015, Peringkat 11 Liga Super Indonesia (Liga di berhentikan)

Ø  Piala Indonesia]
Tahun 2005, Runner-Up Copa Indonesia
Tahun 2006, Copa Indonesia Juara 3
Tahun 2007, Copa Indonesia Juara 3
Ø  Internasional
Tahun 1973, Juara Quoch Khanh Saigon Cup/Ho Chi Minh City Cup Vietnam
Tahun 20002001, Juara Brunei Invitation Cup Brunei Darussalam

Liga Nasional
v Perserikatan PSSI
Ø  Juara (9)1931193319341938 (sebagai VIJ Jakarta), 19541964197319751979
Ø  Runner-Up (5)1932 (sebagai VIJ Jakarta), 1951195219781988
v Liga Indonesia/ISL
Ø  Juara (1)2001
Ø  Runner-Up (1)2005
Piala Nasional
v Bang Ali Cup ( Piala Ketum PSSI )
Juara (1)1977
v Piala Indonesia
Juara (0):
Runner-Up (1)2005

v Turnamen Nasional[
Ø  Bang Yos Gold Cup   
Juara (1)2003
Ø  Trofeo Persija
Juara (3)201120122014 ( Juara Bersama Sriwijaya FC dan Arema Cronus )
Ø  Siliwangi Cup
Juara (2)19761978
Ø  Jusuf Cup
Juara (1)1977
Ø  Surya Cup
Juara (1)1978 (Juara Bersama Persebaya Surabaya
Ø  Marah Halim Cup
Juara (1)1977
v Internasional
Ø  Quoch Khanh Saigon Cup/Ho Chi Minh City Cup
Juara (1)1973
Ø  Brunei Invitation Cup
Juara (2)20002001

        Bobotoh Persib sejak jaman Perserikatan termasuk yang sering mengunjungi Senayan kala Persib melawan Persija. Sekarang sulit menemukan ribuan pendukung Persib bila kesebelasannya bertemu Persija. Sejak Jakmania didirikan pada 1997, Jakarta selalu menjadi milik The Jack. Begini kisah kelam dua musuh bebuyutan itu.
   Stadion Menteng, 16 April 1995
Saat itu pertandingan Grup Barat putaran pertama kompetisi Liga Dunhill. Penonton memadati sampai garis pinggir lapangan. Kejadian berlangsung pada babak pertama yang menyebabkan pertandingan dihentikan 20 menit. Pendukung Persib merangsak ke pinggir lapangan. Mereka langsung saling lempar botol dan kayu dengan pendukung Persija. Pertandingan berakhir dengan skor 1-1.

Stadion Siliwangi, Bandung, 11 Februari 2001

Gol bunuh diri Nana Bona pada menit ke-36 membuat Persija menang di kandang Persib dengan skor 1-0. Kekalahan langsung membuat pendukung Persib kecewa dan melampiaskan kekesalan dengan aksi lempar batu ke arah mobil Persija. Selama dua jam pemain Persija tak dapat keluar stadion. Di luar stadion beberapa mobil plat B dibakar dan dirusak.

   Stadion Utama Senayan, 24 Juni 2001
Kali ini kericuhan terjadi kala Persija mengalahkan Persib 3-0. Sekitar 15 menit sebelum pertandingan, terjadi perang batu antar-pendukung. Aksi lempar batu dilanjutkan ketika pertandingan berlangsung. Pendukung Persija berusaha mendekati pendukung Persib di Sektor 3. Polisi langsung membubarkan penonton dengan tembakan gas air mata dan memukuli pendukung Persija.

Tol Tomang, Jakarta, 12 Maret 2002

Viking, pendukung Persib baru memenangi acara Kuis Siapa Berani antar suporter di stasiun televise swasta Indosiar. Usai penyerahan hadiah terjadi baku hantam antara Viking dan Jakmania. Kedua pendukung saling lempar kursi dan botol. Selapas dari pengawalan polisi di Tol, Jakmania masuk ke tol dan menghadang tiga mobil pembawa Viking. Satu mobil tak dapat lolos dan menjadi bulan-bulanan Jakmania. Akibatnya 13 orang terluka, termasuk Sembilan orang luka berat
   Februari 2003
Viking Bandung meminta pendukung Persija tidak datang ke Bandung dahulu. Rencananya Persib akan menjamu Persija pada pertandingan menentukan di papan bawah. Menurut pendukung Persib, penolakan menghindari kemarahan Viking setelah pengeroyokan Jakmania setelah acara kuis tahun lalu.

Stadion Siliwangi, 16 Februari 2003
Persija saat itu kembali berhasil membuat rekor tak pernah kalah di Bandung selama tiga musim terakhir. Namun kemenangan Persija 2-1 dibayar dengan aksi kekecewaan bobotoh. Hotel tempat menginap di datangi pendukung Persib. Tidak berhasil mendapatkan pemain Persija, beberapa prasarana hotel dirusak massa.

   Gerbang Pemuda, Senayan, 25 Maret 2010
Persib nyaris mengalahkan Persija pada lanjutan pertanding  Liga Djarum Indonesia. Pertandingan yang berahir 2-2 ternoda dengan tewasnya satu orang pendukung Persija. Zainal Arifin (17) tewas ditangan Jakmania sendiri. Ia dikira pendukung Persib dan bersama dua orang temanya langsung dikeroyok pendukung Persija. Dua temannya mengalami luka berat.

Senayan, Mei 2012

Dua orang pendukung Persib tewas setelah kesebelasannya menahan imbang Persija 2-2 di Stadion Utama Glora Bung Karno. Dani Maulana, (17) warga Jati Asih, Bekasi dan Rangga Cipta Nugraha (22) dari Bandung tewas setelah dikeroyok sekelompok orang yang diduga Jakmania.
http://wearejakmaniabekasi.blogspot.co.id/
https://id.wikipedia.org/wiki/Persija_Jakarta
https://m.tempo.co/read/news/2012/05/31/064407299/wajah-kelam-jakmania-viking



Tidak ada komentar:

Posting Komentar